Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 01 Januari 2011

Sejarah Lambang Garuda....sebagai simbol RI

Burung GARUDA merupakan Simbol/Lambang dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lambang negara indonesia berbentuk seekor burung garuda yang memakai perisai dengan simbol-simbol yang sesuai dengan isi dari pancasila, yaitu kepala banteng, bintang, pohon beringin, rantai, serta padi dan kapas. serta di kakinya mencengkram sebuah pita dengan tulisan BHINEKA TUNGGAL IKA yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu, ini sesuai dengan keadaan masyarakat Indonesia yang mempunyai berbagi macam suku, ras dan agama. Tahukah anda ternyata Lambang Garuda ini baru digunkan atau diresmikan pada 11 februari 1950 yang dirtuangkan dalamperaturan pemerintah no.66 tahun 1951. waktu itu Indonesia berbentuk negara serikat atau RIS. berarti selama 5 tahun sejak kemerdekaan pada 1945  Indonesia tidak mempunyai Lambang Kenegaraan. Pencipta Lambang Burung Garuda ini adalah Sultan Hamid II ( Abdurahman Hamid Alkadrie) merupakan putra sulung dari sultan Pontianak. Lahir pada tanggal 12 Juli 1913 di pontianak. Ia resmi menjadi Sultan Hamid pada tanggal 29 oktober 1945 menggantikan Ayahnya akibat dari agresei yang dilakukan Jepang. Berbagai Jabatan telah diperoleh Oleh Sultan Hamid II salah satunya Adalah Ajudan in buitenfgewone dienst bij HN koningin der nederlanden merupakan pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Belanda. Pada Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Pantia Teknis untuk menyeleksi Rancangan Gambar Lambang Negara. Terpilihlah dua rancangan Gambar dari Sultan Hamid II dan dari M Yamin, Tetapi pemerintah dan DPR memilih karya dari Sultan HAmid II karena gambar dari M Yamin menyertakan sinar-sinar matahari dan membawa pengaruh jepang. Namun ketika gambar itu diserahkan kepada Presiden Soekarno, Partai Masyumi sedikit keberatan karena, gambar burung garuda bertangan manusia dan berbahu manusia yang dianggap bersifat mitologis. setelah melewati berbagai Tahap penyempurnaan Terciptalah Gambar burung Garuda yang identik berwarna Emas, memakai perisai berisikan simbol-simbol dari sila pancasila, dan mencengkram sebuah pita yang bertuliskan BHINEKA TUNGGAL IKA, yang kemudian
   mulai digunakan atau diresmikan pada 11 februari 1950. dan Sultan Hamid II Wafat pada tanggal 30 Maret 1978 di Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar